Korban Longsor di Puncak Bogor Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan

Outdoors Ragam

genberita.com – Hujan deras memicu longsor di kawasan Puncak, Bogor, tepatnya di Kampung Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung. Seorang pria dilaporkan tertimbun dan hingga kini korban longsor di Puncak Bogor belum ditemukan. Pihak SAR gabungan masih mengevakuasi meski akses sulit dan cuaca tak menentu.

Kronologi dan Identitas Korban

Peristiwa terjadi pada Sabtu petang, 5 Juli 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Korban, Oden Sumantri (47), PNS dari Bojonggede, sedang memancing di kolam dekat Sungai Ciesek ketika terjadi longsor tebing belakang kolam.
Warga sempat diperingatkan untuk pindah karena debit air dan lereng membahayakan, tapi korban memilih tetap memancing hingga akhirnya tertimbun atau terbawa arus.
Setelah pencarian sejak Minggu pagi, tim SAR belum berhasil menemukan korban hingga malam hari. Hari berikutnya, Senin (7/7) pencarian dilanjutkan lagi.

Upaya Pencarian dan Tim Gabungan

Tim SAR terdiri dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bogor, Basarnas, Brimob, dan Damkar menerjunkan puluhan personel dalam operasi ini.
Lapangan dibagi dalam tiga sektor, menggunakan anjing pelacak K9 Brimob Jabar untuk menelusuri jalur longsor dan aliran sungai.
Operasi mencakup pencarian manual dengan cangkul dan sekop, serta penggunaan 2 unit excavator untuk menyingkirkan material longsor tebal 2–3 meter.

Kendala Lapangan yang Menantang

Medan di lokasi cukup ekstremβ€”terhalang dua tumpukan longsoran utama sehingga akses harus dibuka dulu.
Cuaca terus hujan hampir tiap hari, meski hanya 30 menit, tapi cukup mengganggu kelancaran pencarian.
Keterbatasan air bersih juga menjadi kendala, dan kondisi medan membuat alat berat sulit menjangkau lokasi terdalam pencarian.

Status Pencarian dan Harapan Tim SAR

Menurut standar, pencarian korban longsor selama tujuh hari sejak kejadian, namun tim masih berkoordinasi untuk memutuskan lanjutan operasi.
Kepala operasi penyisiran dari Basarnas mengatakan keputusan lanjut atau hentikan tugas tergantung rapat pimpinan dan kondisi di lapangan.
Tim berharap dengan diturunkannya alat berat dan strategi sektoral, korban bisa ditemukan dalam beberapa hari ke depan.

Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal

Longsor ini memicu kepanikan warga sekitar, terutama wisatawan dan pemancing yang biasa ke lokasi tersebut. Akses jalan ke kolam pun sempat ditutup karena bahaya lanjutan.
Ekonomi lokal terganggu: usaha pemancingan, warung kecil, dan homestay menurun omset karena lokasi rawan longsor dan cuaca ekstrem.
Pihak desa dan BPBD menghimbau warga untuk tidak kembali ke lokasi terdampak hingga aman, serta mendirikan posko tanggap darurat untuk informasi dan evakuasi.

Langkahnya Berikutnya

BPBD Kabupaten Bogor dan Basarnas akan evaluasi hasil pencarian setelah sepekan dan memutuskan apakah perlu kelanjutan operasi atau hentikan.
Penggunaan alat berat efektif, tapi perlu penguatan akses jalan dan suplai air/logistik agar pencarian lebih cepat dan aman.
Masyarakat diminta waspada dan melaporkan setiap potensi longsor, supaya kejadian serupa dapat diminimalkan dengan mitigasi dini.

Pelajaran untuk Puncak dan Bogor

Kawasan Puncak rawan longsor dan banjir bandang saat hujan deras. Perlu dilakukan pengawasan tebing, sistem drainase tambahan, dan penanaman vegetasi…
Pengelola lokasi seperti kolam pemancingan harus pasang papan peringatan dini, dan edukasi risiko untuk pengunjung.
BPBD dan Pemkab Bogor harus rutin lakukan uji coba dan simulasi evakuasi untuk desa wisata dan resapan air.

Hingga saat ini korban longsor di Puncak Bogor belum ditemukan meski tim SAR masih bekerja keras dengan alat berat dan anjing pelacak. Kondisi medan dan cuaca ekstrem jadi penghalang utama.